Omong Kosong

Sebagai makhluk yang nantinya pasti akan mati, manusia membuat sistem yang ruwet sekadar untuk hidup. Sayangnya cara menyederhanakan salah satu alur keruwetan itu tidak boleh dilaksanakan karena dilarang oleh hukum manusia itu sendiri. Mungkin terdengar aneh, tapi kenyataannya seperti itu. Mungkin bagi Anda hal itu membingungkan, tapi bagi saya hanyalah sebuah lelucon, karena kita hidup di dunia yang lucu.

Artikel di bawah ini adalah salah satu contoh keruwetan yang tidak boleh disederhanakan, atau lebih tepatnya lagi hanya sekelompok manusia yang boleh menyederhanakan keruwetan tersebut. Google, Samsung forced to downgrade Galaxy Nexus

Ada juga yang pake beribu alasan keruwetan yang dibuat-buat, lalu menawarkan solusi yang sepintas lalu oleh orang-orang yang kurang mengerti dianggap sebagai solusi, padahal cara itu akan menambah keruwetan yang sudah ada. What’s with this anti-directory structure movement?

Kalau dilihat secara umum mengacu ke Vendor lock-in dan hal ini yang membuat saya tidak pernah mau memakai BlackBerry maupun iPhone.

Ada lagi hal yang lucu dan memancing perseteruan. Saya pernah baca artikel (atau mungkin tulisan orang di mailing list) yang mencoba menjelaskan/mengartikan hal yg disebut dalam artikel di bawah ini, tapi malah memancing perdebatan dan akhirnya tidak memberikan kesimpulan. Inilah contoh dari keruwetan yang tercipta karena keterbatasan teknologi masa lalu tapi akhirnya terbawa sampai saat ini karena ketidaktahuan alasan dibalik sebuah solusi. Understanding the /bin, /sbin, /usr/bin, /usr/sbin Split

Makanya, saya cuma mau jadi manusia sederhana aja, yang punya jalan hidup dan cara hidup yang sederhana, gak mau hidup ruwet, seperti puisi sederhana yang pernah saya buat:

Tuhan

Jadikan hamba manusia sederhana
yang mengucap sukur atas suka dan duka
yang menjawab jujur atas semua tanya
:: 03.07.2008

Udah ah, segitu aja.

Banyak yang mengartikan “ubahlah dengan tangan” dalam hadits ini adalah dengan melakukan kekerasan (perusakan), padahal guru agama saya waktu SMA bilang (kurang-lebihnya):

Suatu perbuatan akan baik apabila dilandasi niat yang baik, dikerjakan dengan cara-cara yang baik dan menghasilkan manfaat yang baik pula, apabila salah satunya (niat, cara pengerjaan atau manfaatnya) buruk maka buruklah perbuatan itu.

Maka kesimpulan saya: selain pembelaan diri, segala bentuk kekerasan/perusakan adalah perbuatan yang buruk walaupun dilandasi niat yang baik.

Masih bisa ditawar lagi sih, ditambah: kecuai perusakan/kekerasan yang dilandasi niat baik dan dilakukan karena sudah tidak ada jalan lagi selain melakukan perusakan/kekerasan adalah selemah-lemahnya perbuatan baik.

Coba kalau semua orang mengartikan “ubahlah dengan tangan” adalah melakukan pembangunan bukan perusakan (hacking not cracking), betapa indahnya masyarakat kita ini.

Udah ah…