cinta

Saat kita menikah, cintaku untukmu memenuhi hatiku. Tak ada lagi relung dalam hatiku yang tak terisi oleh cinta padamu. Dan kurasa saat itu, cintaku untukmu telah sempurna.

Tapi ternyata cinta itu terus tumbuh, menjalar, melilit hati, jantung, paru-paru dan otakku, memeluk erat tiap pori-pori di sekujur tubuhku. Hingga apa yang kusentuh akan mengerti bahwa aku cinta padamu, hingga tiap gerakku adalah manifestasi kecintaanku padamu, dan semua indraku hanya merasakan kecintaanku padamu.

Ternyata cintaku padamu bukan hanya sepenuh hati, tapi sepenuh semesta alam ini.

~ untuk S.A.H