puasa

Saya selalu berusaha untuk melihat sesuatu dari sudut pandang berbeda (berbeda dari cara pandang saya yang biasanya). Dan ternyata, hasilnya benar2 (bisa dibilang) mengejutkan.

Contoh, para orangtua dulu bilang: “kalo bulan puasa setan pada diiket (dibelenggu)”. Di satu sisi, mungkin ini untuk membuat anak2 berani sholat tarawih dan subuh di masjid, karena penerangan pada waktu itu masih minim, dan anak2 banyak yang takut dengan image setan yang biasanya berupa makhluk berpenampilan mengerikan.

Tapi jika kita menggeser sedikit cara pandang kita terhadap kata2 itu, bisa diartikan bahwa semua makhluk yang merasa terbelenggu/terbebani/risih/tidak nyaman/hatinya ngedumel waktu datangnya bulan puasa, maka dia termasuk dalam golongan setan.

Asik gak menggeser perspektif?